Perkembangan Piala Dunia 2 Tahunan, Begini Nasibnya – 20 Desember 2021 semakin dekat dan semakin sengit pula perdebatan mengenai prakarsa Piala Dunia FIFA setiap dua tahun untuk mengganti setiap empat tahun sekali seperti selama ini berlaku.

Pada tanggal itu organisasi sepak bola dunia FIFA akan menggelar pertemuan global yang salah satunya membahas masa depan sepak bola termasuk mempelajari kelayakan prakarsa Piala Dunia dua tahunan yang awalnya diusulkan oleh federasi sepak bola Arab Saudi itu.

Pertemuan global ini digelar online dengan menghadirkan 211 federasi sepak bola di seluruh dunia yang menjadi anggota FIFA.

Rencana Piala Dunia setiap dua tahun sekali itu sepertinya bakal didukung luas oleh mayoritas federasi anggota FIFA. Tapi sayang, kebanyakan mereka ini tak memiliki kompetisi yang kuat dan bukan patokan dunia sepak bola.

Sebaliknya, dua federasi sepak bola regional terkemuka, yakni UEFA di Eropa dan CONMEBOL di Amerika Selatan, menolak mentah-mentah usul ini.

Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan Forum Liga-liga Dunia (WLF) juga menyatakan ketidaksetujuannya, bahkan raksasa pemegang hak siar olahraga dunia beIn Sports pun menolaknya.

WLF beranggapan rencana itu bakal menghancurkan nilai sepakbola dalam semua tingkatkan dan mencela prakarsa ini karena tak berusaha mendapatkan dahulu persetujuan liga, klub dan pemain yang menjadi subjek sepakbola modern.

Baca Juga : Jorginho Tidak “Trauma” Eksekusi Penalti Untuk Italia

Presiden UEFA Aleksanfer Ceferin bahkan menyatakan akan memboikot Piala Dunia jika mayoritas dari 211 asosiasi sepak bola mendukung proposal Piala Dunia dalam dua tahunan itu.

UEFA menganggap prakarsa ini membahayakan karena bakal merusak nilai kompetisi dan industri sepakbola modern dan menilai cacat karena tidak melibatkan para pemangku kepentingan sepak bola global, khususnya klub dan liga, yang keduanya adalah sebagai fondasi kemajuan sepak bola global.

Akan tetapi, tampaknya UEFA khawatir karena proposal ini, aliran pemasukan bisa terpangkas sampai 3 miliar dolar AS jika prakarsa itu di adopsi FIFA.

Ironisnya mereka yang menentang juga menyebut proposal FIFA itu tak lebih dari soal uang. Bahkan penilaian ini disampaikan para pemain sepakbola sendiri, termasuk gelandang Liverpool dan Timnas Inggris, Jordan Henderson.

Henderson menilai proposal ini bukan demi kebaikan pemain karena akan membuat jadwal semakin padat yang akibatnya membahayakan kesehatan dan bahkan masa depan karir pesepak bola.

Henderson menganggap proposal terbaru FIFA yang di prakarsai Arab Saudi tersebut “melulu soal uang, hak siar televisi”

Tak semua seperti Henderson, gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne malah menilai proposal itu patut di coba. Pemain timnas Belgia ini tak mau gegabah menyebut prakarsa itu didasari motif profit belaka.

By admin